Pemenang LUSFI Kategori Pelajar:

Nama Peserta : Asdar Setiawan

Nama Akun     : asdarsetiawan08

Usia                     : 17 Tahun

Nama Sekolah: SMAN Neg. 03 Polewali

Alamat sekolah: Jalan Kyai Haji Agus Salim, Polman, Sulbar

Link/Tautan    : https://www.instagram.com/p/CG82JoPnZDN/

Ulasan           : Film Aku dan Hari Esok

Film Aku dan Hari Esok mengisahkan Yudis, seorang guru yang ditugaskan mengajar di wilayah sebatik, perbatasan Kalimantan – Malaysia dan seorang anak bernama Seba yang berkeinginan untuk sekolah namun harus membantu orangtuanya bekerja.

Film ini menyuguhkan beberapa adegan yang memperlihatkan betapa sulitnya kehidupan masyarakat pelosok mendapatkan pendidikan layak. Bukan hanya perihal akses menuju sekolah, keterbatasan status, tetapi fasilitas dan kualitas pendidik yang sangat minim menyebabkan siswa pelosok dicap sebagai siswa tidak memiliki potensi besar untuk sukses.

Film ini mengajak kita untuk merubah pandangan terkait siswa di pedalaman. Pak Yudis selaku guru yang ditugaskan mengajar di pelosok tersebut justru memiliki niat tulus untuk menyejahterakan siswa disana. Mengesampingkan status kewarganegaraan dan ekonominya, Yudis memiliki tekat untuk mematahkan perspektif masyarakat tentang kemampuan belajar siswa dipelosok.

Selain itu, Keinginan orangtua yang hanya mau anaknya bekerja dibanding bersekolah juga menjadi stigma yang perlu dihilangkan. Bagi masyarakat pedesaan, bekerja lebih penting untuk hidup dibanding bersekolah. Oleh karena itu, Seba rela membantu orangtuanya bekerja di perkebunan sawit agar dapat memperoleh penghasilan. Namun, kemampuan dan keinginan kuat yang ia miliki untuk belajar membuat Pak Yudis bersikeras meyankinkan orangtuanya untuk mendukung keputusan Seba bersekolah.

Meski beberapa adegan terlihat kurang natural, latar adegan film ini tetap mendukung penguatan cerita dan karakternya.

Makna yang bisa kita petik adalah setiap anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan layak dimanapun ia berada. Stigma terhadap masyarakat pedalaman tentang pendidikan memang tidak sepenuhnya salah. Namun semua itu tergantung pada tindakan dan kesungguhan anak – anak untuk belajar agar dapat merubah lingkungannya menjadi lebih baik.