Pemenang LUSFI Pekan 20 Kategori Umum:

Nama peserta: Anggara Putra

Judul: Nada-Nada Kecil: Perjuangan Pelajar dalam Bingkai Keterbatasan

Tautan: https://anggaraputra96.medium.com/nada-nada-kecil-perjuangan-pelajar-dalam-bingkai-keterbatasan-70419329bbb7

Image for post

Film dibuka dengan perkenalan setidaknya tiga karakter utama. Tejo, Samsul, dan Narno. Sejak awal sudah terlihat pembagian karakter dalam film ini. Tejo bersama Samsul yang digambarkan protagonis dan Narno bersama kawan-kawannya yang berada di sisi antagonis. Pemicunya, Narno enggan berteman dengan Tejo karena menganggapnya sebagai seorang anak pencuri.

Nada-Nada kecil tak hanya jadi film tentang persahabatan. Lebih jauh, film ini menceritakan tentang semangat Tejo dan Samsul untuk bisa mengikuti lomba festival musik di tengah banyaknya keterbatasan. Tak banyak berbeda dari film-film lain yang menyoroti semangat juang kelas bawah khususnya pelajar di pedalaman: ia menitikberatkan pada kesenjangan ekonomi dan fasilitas yang serba tidak memadai.

Meski klise dan relatif mudah ditebak, tapi apa yang perlu diapresiasi dari Nada-Nada Kecil adalah ia tidak terperangkap pada kecengengan garis besar ceritanya. Salah satu yang paling penting dalam film sejenis ini tentu adalah bagaimana bisa menggerakan emosi penonton. Meski tak dapat dipungkiri juga pembangunan cerita dalam film ini terkesan terburu-buru mengingat ada ada banyak karakter dan subplot yang disajikan.

Deretan cerita bercabang yang tak punya kejelasan arah itu kemudian dituntaskan lewat resolusi yang cepat, singkat, dan terkesan malas, yakni dengan pengukuhan yang baik pasti menang dan yang jahat pasti kalah. Beruntungnya jika kita sedikit mengesampingkan aspek teknis seperti cerita dan plot dan melihat akting para pemainnya, seluruh pesan dalam film ini tetap bisa tersampaikan dengan baik ke penonton.

Film ini mungkin tidak bisa dikatakan sempurna secara teknis. Ada begitu banyak hal yang semestinya dapat mudah diperbaiki dan dapat menunjang cerita. Tapi secara keseluruhan, dengan minim dramatisasi dan pengembangan karakter yang mendalam, refleksi perjuangan pelajar di pedalaman sudah cukup tergambar dengan baik, dan paling tidak, sudah berhasil menggerakan hati penonton.

WRITTEN BY

Anggara Putra