Dalam putaran terakhir lomba ulasan ini terdapat 55 karya pelajar yang dinilai. Kali ini peserta boleh mengulas film lokal apa saja, dari tahun berapa saja, selama mereka menonton di jalur resmi. Beberapa tulisan cukup segar, karena banyak memasukkan opini berupa ekspresi anak muda yang tidak biasa kita baca sebelumnya, atau karena terlihat bergairah membahas film yang disukainya. Banyak peserta yang (mungkin kekurangan jam terbang) masih terpaku pada kelebihan-kelebihan film yang langsung terlihat. Masih sangat banyak peserta yang melakukan penyakit lama, hanya menuliskan sinopsis (beberapa menyalin sinopsis dari internet!), atau sinopsisnya terlalu dominan dan menghilangkan bagian penting saat mereka memberikan opini mereka. Ada 2 karya ulasan yang menggunakan video, walau lagi-lagi masih tampak penyakit lama dalam mengulas, yakni lebih banyak menceritakan kisah filmnya. Beberapa karya menawarkan isu yang berada di luar film itu sendiri. Beberapa karya sudah bisa menjelaskan pengaruh keputusan estetika pembuat film pada film yang ditontonnya.

Catatan lain adalah minat para peserta cukup beragam. Ada 40 film lokal yang diulas. Ada 1 film asing, yang membuat ulasannya didiskualifikasi. Dari 40 film lokal ini terdapat 3 film pendek, 1 dokumenter, dan 1 produksi Pustekkom. Terdapat 34 film lokal dengan sutradara yang berbeda.

Minat khusus juga terlihat, dan ini mungkin bisa menjadi masukan penting dalam mengembangkan strategi apresiasi film anak muda di masa depan. Ada 3 film yang diulas hingga 3 kali: Imperfect (2019, Ernest Prakasa), Dua Garis Biru (2019, Gina S Noer), Perempuan Tanah Jahanam (2019, Joko Anwar). Ada 8 film yang mendapat 2 ulasan: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019, Angga Dimas Sasongko), Gundala (2019, Joko Anwar), Orang Kaya Baru (2019, Ody C Harahap), Pamean (2020, film pendek, std Thomas Chris), Bucin (2020, Chandra Liow), Sweet 20 (2017, Ody Harahap), Dancing in the Rain (2018, Rudi Aryanto), Say I Love You (Faozan Rizal). Dari sutradara, Joko Anwar paling diperhatikan karena mendapat 5 ulasan (dari 2 film), Ernest Prakasa 4 ulasan (dari 2 film), Ody Harahap 4 ulasan (dari 2 film), Faozan Rizal 3 ulasan (dari 2 film), Gina S Noer 3 ulasan (dari satu film). Sementara itu BW Purbanegara dan Fajar Bustomi masing-masing  mendapat 2 ulasan dari 2 film mereka, dan Angga Dimas Sasongko, Thomas Chris, Chandra Liow, dan Rudi Aryanto, masing-masing 2 ulasan dari 1 film. Kajian lebih lanjut mengenai popularitas film-film atau sutradara di mata remaja ini akan membantu kita membangun apresiasi film yang mendapat bahan bakar berupa gairah kepada film.

Pemenang Pekan ke 16 Kategori Pelajar:

Nama Peserta : Nafi’atush Sholikhah

Nama Akun     : nafiats_

Usia                 : 15 Tahun

Nama Sekolah: SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo

Asal                 : Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo

Link/Tautan    : https://www.instagram.com/p/CJQiqsTsj5t/

Media Tonton`: Youtube (Akun Paniradya Keistimewaan)

Ulasan           : Film Pemean.

 

Ulasan ini kami pilih karena sangat kuat memperhitungkan unsur-unsur filmis. Ulasan ini juga ditulis dengan cukup runut, dan alur penalarannya cukup runtun serta cukup kritis.

 

Nama Peserta : Ibrahimy Mustofa

Nama Akun     : ibrahimy_mustofa

Usia                 : 17 Tahun

Nama Sekolah: SMK Negeri 1 Tanjunganom

Asal                 : Nganjuk

Link/Tautan    : http://bit.ly/LombaUlasFilmPTJ2020

Media Tonton`: GoPlay

Ulasan           : Film Perempuan Tanah Jahanam

 

Ulasan ini merupakan pilihan ketiga juri. Bahasa dan susunan tertata rapi dan mampu menceritakan kembali narasi yang ada pada film tersebut melalui opininya.

 

Nama Peserta : Rosa Istigfariananda

Nama Akun     : rosa.istigfariananda

Usia                 : 17 Tahun

Nama Sekolah: SMAN 2 Lumajang

Asal                 : Lumajang, Jawa Timur

Link/Tautan    : https://rosaistighfariananda.blogspot.com/2020/12/ulasan-film-moga-bunda-                           di-sayang-allah.html?m=1

Media Tonton : televisi (channel RCTI)

Ulasan           : Film Moga Bunda Disayang Allah

Ulasan pada tulisan ini sangat rapi, namun masih mengulas tentang unsur cerita film saja, yang berangkat dari renungan penulis. Semoga selanjutnya berani untuk beropini mengenai teknis/unsur2 dalam filmnya juga.

 

Nama Peserta              : Regina Claudia

Nama Akun                 : claudree_

Usia                             : 16 tahun

Sekolah                       : SMAN 6 Surabaya

Daerah asal                 : Surabaya

Media menonton         : Netflix

Link/Tautan                :

https://www.instagram.com/tv/CJMAHf-Jffq/?utm_source=ig_web_copy_link

Ulasan                         : film Susah Sinyal

Pada ulasan ini juri sebetulnya terganggu dengan kata-kata penilaian seperti “menarik”, “unik”, “merdu” tanpa penjelasan lebih lanjut: menarik, unik, dan merdunya seperti apa, kenapa, bagaimana? Tapi kami memilih ini karena menghargai usahanya menguraikan ulasan secara lisan dengan persiapan yang cukup sungguh-sungguh.

 

Nama Peserta              : Muhammad Zeinul Abidin

Nama Akun                 : dzadins

Usia                             : 18 tahun

Asal sekolah               : SMK Dr Soetomo Surabaya

Kota                            : Surabaya

Media menonton         : Bioskop

Link/Tautan                : https://www.instagram.com/p/CJLDkWpsIBy/?utm_source=ig_web_copy_link

Ulasan                         : film Perempuan Tanah Jahanam

 

Ulasan ini cukup membuat juri senang karena pendek dan langsung pada poin pembahasannya dan tentunya sangat berani membuat argumen untuk masukan kepada sang pembuat film dengan gaya anak seusianya yg sangat kami apresiasi.

 

Tertanda,

Chrisila Wentiasri

Hikmat Darmawan

Tito Imanda